私の娘が高校生の頃、カバンに小さな人形をぶら下げているので、「それは何のお守り?」と聞いたら、「幸運グッズで、 これを付けていると試験の成績が良くなる」という返事が戻ってきました。「現に、この前の中間試験に成績が良かったから効き目がある」と信じているようで す。そこで私は、「そんなもの付けてても、次の試験はきっと悪い成績になるよ」と予言をしました。そして、その予言通り娘の期末試験の成績は散々で、幸運 グッズの効き目がないことが証明されました。 そこで、私は娘に、「あなたの大体の実力は七十点を取るくらいであ る。しかし、人間には好不調というものがあって、九十点を取ることも、四十点しか取れないこともある。おそらく、あなたは前の期末試験が実力以下の成績 だったので、神にすがるような気持ちで幸運グッズを買ったのだろう。ところが、それは単に不調で実力が発揮できなかっただけだから、幸運グッズを買おうと 買いまいと、あなたの通常の実力通りなら、次の成績は上がることになる。それが、前の中間試験であった。成績が平均点を上回ったり下回ったりしているだけ なのである。それを誤解して、幸運グッズを身につければ成績が良くなると信じてあまり勉強していないようだったから、成績は必ず下がると予言できたのだ」 という説明をしました。 人生は山あり谷ありで、山があればいずれ谷が来るし、谷があればいず れ山が来るのです。たとえ谷に落ち込んでも慌てず、いずれ自然の成り行きとして谷を脱するときが来るだろうと、時を待っておれば良いのです。ところが、怪 しげな宗教を信じ込んだり、幸運グッズに手を出す人は、この当たり前のことがよくわかっていないようです。谷に落ち込むと追い詰められた気分になって、つ い神に頼ったり幸運グッズに手を出してしまうのです。やがて、時の流れとともに谷の時期が去って山の時期がやって来るのですが、それを神や幸運グッズのお 陰だと信じてしまう、というわけです。
Ketika putri saya masih SMA, dia menggantung boneka kecil di tasnya, jadi saya bertanya, "Itu jimat apa?" Dia menjawab, "Ini barang keberuntungan, kalau pakai ini nilai ujian bakal bagus." Dia tampaknya percaya dan berkata, "Buktinya, nilai ujian tengah semester kemarin bagus, jadi ini ampuh." Jadi saya meramalkan, "Meskipun kamu memakai hal seperti itu, nilai ujian berikutnya pasti akan buruk." Dan persis seperti ramalan saya, hasil ujian akhir putri saya sangat buruk, membuktikan bahwa barang keberuntungan itu tidak ada efeknya.
Oleh karena itu, saya menjelaskan kepadanya, "Kemampuan mu sebenarnya sekitar 70 poin. Namun, manusia memiliki masa baik dan buruk, kadang bisa mendapat 90 poin, tapi bisa juga hanya mendapat 40 poin. Mungkin karena hasil ujian akhir sebelumnya di bawah kemampuanmu, kamu membeli barang keberuntungan dengan perasaan berserah diri pada tuhan. Padahal, itu hanya karena kamu sedang tidak fit sehingga tidak bisa menunjukkan kemampuanmu. Jadi, entah kamu membeli barang keberuntungan atau tidak, jika sesuai dengan kemampuan biasamu, nilai berikutnya pasti akan naik. Itulah yang terjadi pada ujian tengah semester lalu. Nilaimu hanya naik turun di sekitar rata-rata. Karena kamu salah paham dan percaya bahwa memakai barang keberuntungan akan membuat nilaimu bagus sehingga tampak kurang belajar, saya bisa meramalkan bahwa nilaimu pasti akan turun."
Kehidupan itu ada naik turunnya; jika ada puncak, kelak akan ada lembah, dan jika ada lembah, kelak akan ada puncak. Bahkan jika jatuh ke dalam lembah, jangan panik, bersabarlah menunggu karena pada waktunya secara alami akan ada saatnya keluar dari lembah tersebut. Namun, orang-orang yang percaya pada agama yang mencurigakan atau mengandalkan barang keberuntungan tampaknya tidak memahami hal yang wajar ini. Ketika jatuh ke dalam lembah, mereka merasa terpojok dan akhirnya bergantung pada tuhan atau barang keberuntungan. Seiring berjalannya waktu, masa-masa di lembah akan berlalu dan masa puncak akan datang, tetapi mereka malah percaya bahwa itu berkat tuhan atau barang keberuntungan.