1. ~ばこそ
Penjelasan: Menekankan alasan atau sebab dengan kuat, berarti “justru karena... maka...”. Pembicara memandang klausa pertama sebagai alasan penting atau menentukan bagi klausa kedua.
✓ Klausa berikut sering menggunakan 「のだ / のです」 atau bentuk penegasan/penjelasan lainnya.
✓ Sering digunakan untuk alasan yang dinilai positif atau untuk membenarkan/menekankan alasan. Jangan dianggap sebagai aturan mutlak bahwa bentuk ini sama sekali tidak dapat muncul dengan hasil negatif.
2. ~とあって
Penjelasan: Digunakan untuk menyatakan keadaan, peristiwa, atau situasi khusus yang berbeda dari biasanya, dengan arti “karena merupakan / karena ada... maka...”.
✓ Klausa berikut biasanya menyatakan hasil, reaksi, atau keadaan yang dianggap wajar dan dapat dipahami berdasarkan situasi khusus pada klausa pertama.
✓ Sering digunakan untuk menggambarkan situasi secara objektif atau reaksi orang lain; karena itu kurang alami jika hanya menyatakan tindakan volisional pembicara sendiri, tetapi ini bukan larangan mutlak.
3. ~ではあるまいし / ~じゃあるまいし
V / Kata sifat i (bentuk biasa) + のではあるまいし / んじゃあるまいし
Penjelasan: Klausa pertama menyangkal suatu status atau keadaan, misalnya 'bukan anak kecil' atau 'bukannya dewa.' Klausa berikut berisi nasihat, pendirian, teguran, atau penolakan terhadap sikap lawan bicara.
✓ Dalam percakapan sehari-hari, bentuk ~じゃあるまいし sangat sering digunakan.
4. ~手前(てまえ)
V (Bentuk kamus / た / ている) + 手前
Penjelasan: Karena berada di hadapan seseorang/sekelompok orang, atau karena sudah mengatakan, menjanjikan, atau melakukan sesuatu, pembicara harus mempertimbangkan harga diri, posisi, atau tanggung jawabnya dan merasa sulit bertindak bertentangan dengan yang diharapkan.
✓ Klausa berikut sering menyatakan keterikatan seperti “tidak bisa melakukan / tidak bisa tidak melakukan” dan sangat sering menggunakan ~わけにはいかない.
5. ~ゆえ(に) / ~ゆえの
* Kata sifat Na だ -> な / である
* Kata benda N だ -> の / である
Penjelasan: Berarti “karena / disebabkan oleh...”, mirip dengan 「から / ため(に)」 tetapi bernuansa klasik, formal, dan bersifat bahasa tulis.
✓ Sering muncul dalam karya sastra, pidato, tulisan formal, atau gaya bahasa tinggi; tidak terbatas hanya pada dokumen resmi atau surat-menyurat.
✓ ~ゆえの + N digunakan ketika alasan tersebut langsung menerangkan kata benda berikutnya.